Showing posts with label wardriving. Show all posts
Showing posts with label wardriving. Show all posts

Tuesday, September 30, 2008

Dasar WI-FI dan Wireless LAN (WLAN)

Wi-Fi is the trade name for the popular wireless technology used in home networks, mobile phones, video games and more. In particular, it covers the various IEEE 802.11 technologies (including 802.11n, 802.11b, 802.11g, and 802.11a).

A wireless LAN or WLAN is a wireless local area network, which is the linking of two or more computers or devices without using wires. WLAN uses spread-spectrum or OFDM modulation technology based on radio waves to enable communication between devices in a limited area, also known as the basic service set. This gives users the mobility to move around within a broad coverage area and still be connected to the network.

=============================================================

Standard WLAN 802.11 disahkan oleh IEEE pada tahun 1997. Standard ini berlaku untuk kecepatan 1 Mbps dan 2MBps. Standard ini difokuskan pada lapisan 1 dan 2 dari model OSI yaitu physical layer dan data link layer. Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan yang lebih tinggi maka pada tahun 1999 dikeluarkan standar 802.11b dengan kecepatan 5.5Mbps dan 11Mbps.

Keuntungan Penggunaan Wireless

Dunia usaha dalam berbagai ukuran sangat beruntung dengan mengoperasikan sistem WLAN yang mampu memberikan kombinasi yang baik antara truput yan mendekati jaringan kabel, akses mobile, dan konfigurasi yang fleksible. Keuntungan ekonomis yang akan diperoleh dapat mencapai US$16,000 / user (di US) – di ukur dari produktifitas pekerja, effisiensi organisasi, keuntungan, dan penghematan biaya – di bandingkan alternatif menggunakan kabel. Beberapa keuntungan utama WLAN adalah:

  • Mobilitas yang akan meningkatkan produktifitas dengan akses real-time terhadap informasi, tidak peduli lokasi pekerja, agar lebih cepat & lebih effisien dalam pengambilan keputusan.
  • Setup jaringan lebih cost effective daripada lokasi yang sulit di pasang kabel seperti gedung tua atau bangunan dengan tembok yang masif.
  • Pengurangan cost of ownership – terutama di lingkungan yang dinamis yang membutuhkan modifikasi yang sangat sering – kita harus berterima kasih karena sedikitnya wiring dan biaya instalasi per alat dan per user.
  • WLAN memerdekakan user dari ketergantungan pada akses kabel ke backbone jaringan, memberikan mereka akses jaringan kapan saja, dimana saja. Kebebasan untuk roaming ini memberikan banyak keuntungan dalam berbagai lingkungan pekerjaan, seperti:
    • Akses informasi secara langsung di samping tempat tidur pasien bagi dokter & staff rumah sakit.
    • Kemudahan, akses jaringan secara real-time untuk auditor / konsultan on-site.
    • Kemudahan akses database bagi supervisor yang bergerak, seperti manager di production line, auditor gudang, maupun engineer di konstruksi.
    • Membuat konfigurasi jaringan lebih simpel tanpa perlu keterlibatan orang MIS untuk setup sementara seperti di pameran atau ruang konferensi.
    • Akses yang lebih cepat kepada informasi tentang pelanggan oleh vendor / retailer yang menyebabkan perbaikan layanan pelanggan dan perbaikan customer satisfaction.
    • Akses ke jaringan yang tidak terikat pada lokasi bagi administrator jaringan, untuk kemudahan dukungan on-site pada saat troubleshooting & support.
    • Akses real-time bagi pertemuan-pertemuan kelompok belajar untuk siswa / mahasiswa.

Oleh karena itu kelebihan yang ditawarkan oleh WLAN, terutama protable, kemudahan instalasi and kepraktisan. Faktor yang sangat menarik dari WLAN adalah kemudahan, karena dia memungkinkan fleksibilitas dan roaming. Seorang user tidak harus terikat dalam sebuah LAN, dia dapat bergerak tanpa perlu terputus hubungan komunikasinya. Di samping itu, WLAN juga mudah untuk di instalasi, untuk membangun seluruh jaringan dibutuhkan waktu beberapa jam saja di bandingkan beberapa hari jika kita menggunakan kabel. Juga, WLAN dapat di instalasi di daerah dimana rewriring tidak memungkinkan. Sistem tanpa kabel ini dapat di instalasi di berbagai lingkungan, dan user dapat berkomunikasi dengan jaringan yang menggunakan kabel melalui access point (AP) atau wireless adapter.

Konfigurasi WLAN

WLAN terdiri dari 2 perangkat yaitu:

  • Wireless Station (WS) : dekstop, laptop maupun PDA yang dilengkapi dengan wireless NIC
  • Access Point (AP) : berfungsi sebagai bridge antara jaringan LAN konvensional dan WLAN

Terdapat 2 jenis mode operasi WLAN yaitu:

  • Infrastucture Mode, terdiri dari
    • Basic Service Set (BSS), hanya terdapat satu Access Point
    • Extented Service Set (ESS), dua BSS atau lebih membentuk satu buah subnet
  • Ad-hoc Mode, terdiri dari beberapa wireless station yang berkomunikasi secara langsung (peer-to-peer) tanpa menggunakan AP.

Infrastucture Mode

Ad-hoc Mode

Koneksi dalam BSS

Proses terbentuknya koneksi dari WS ke AP dalam suatu BSS adalah sebagai berikut:

  • AP mengirim sinyal beacon yang berisi SSID (Service Set Identifier). SSID merupakan setting di AP yang digunakan mengelompokkan WS dalam suatu segmen jaringan. Hanya WS yang mengetahui SSID tersebut yang dapat bergabung dalam jaringan tersebut. SSID dapat dianggap sebagai shared password.
  • Ketika WS berada dalam daerah cakupan sebuah atau beberapa AP, maka WS akan memilih salah satu AP berdasarkan kuat sinyal dan error rate yang diterima. Secara periodik WS akan memantau untuk mengetahui sinyal yang paling kuat. Jika ditemukan maka WS akan memilih AP yang baru tersebut.
  • Untuk bergabung dalam jaringan, maka WS harus melakukan koneksi ke AP. WS harus menyebutkan SSID yang sesuai untuk bergabung dengan AP yang telah dipilih tersebut. Beberapa AP yang memiliki SSID yang sama akan membentuk ESS.
  • Beberapa NIC WS bisa diset SSID nya dengan Any atau * (asterik) sehingga dia dapat bergabung dengan AP mana saja yang paling kuat sinyalnya tanpa mempedulikan SSID.

Sinyal WLAN

WLAN menggunakan sinyal radio pada frekuensi 2.4Ghz. Dalam implementasi WLAN, letak AP diatur sedemikian sehingga hanya memiliki cakupan tertentu yaitu wilayah operasi pemakai WLAN yang sah misalnya satu lantai tertentu dalam suatu gedung. Namun sinyal radio ini dapat merambat menembus dinding dan lantai bangunan meskipun sinyal menjadi lemah. Dengan demikian sangat mungkin sinyal tersebut keluar dari daerah cakupan yang semestinya. Luberan sinyal ini dapat merambat keluar sampai beberapa ratus meter dari gedung apalagi jika AP diletakkan tanpa memperhatikan masalah luberan sinyal ini misalnya ditempatkan dekat dengan jendela yang menghadap luar gedung.
Dengan menggunakan antena terarah (directional) dan kalau perlu menggunakan penguat sinyal sinyal radio (RF amplifier) maka sinyal radio yang telah lemah tadi dapat ditangkap kembali pada tempat yang relatif jauh.

Thursday, September 4, 2008

Wireless Security

Wordpress Version

Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.

Adapun langkah langkahnya sebagai berikut

1. Memakai enkripsi.

Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.

2. Gunakan enkripsi yang kuat.

Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.

3. Ganti default password administrator.

Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.

4. Matikan SSID Broadcasting.

Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.

5. Matikan WAP saat tidak dipakai.

Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.

6. Ubah default SSID.

Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.

7. Memakai MAC filtering.

Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak.
Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.

8. Mengisolasi wireless network dari LAN.

Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.

9. Mengontrol signal wireless

802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.

10. Memancarkan gelombang pada frequensi yang berbeda.

Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

Dasar WIFI dan WLAN

Wordpress Version

Standard WLAN 802.11 disahkan oleh IEEE pada tahun 1997. Standard ini berlaku untuk kecepatan 1 Mbps dan 2MBps. Standard ini difokuskan pada lapisan 1 dan 2 dari model OSI yaitu physical layer dan data link layer. Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan yang lebih tinggi maka pada tahun 1999 dikeluarkan standar 802.11b dengan kecepatan 5.5Mbps dan 11Mbps.

Keuntungan Penggunaan Wireless

Dunia usaha dalam berbagai ukuran sangat beruntung dengan mengoperasikan sistem WLAN yang mampu memberikan kombinasi yang baik antara truput yan mendekati jaringan kabel, akses mobile, dan konfigurasi yang fleksible. Keuntungan ekonomis yang akan diperoleh dapat mencapai US$16,000 / user (di US) – di ukur dari produktifitas pekerja, effisiensi organisasi, keuntungan, dan penghematan biaya – di bandingkan alternatif menggunakan kabel. Beberapa keuntungan utama WLAN adalah:

  • Mobilitas yang akan meningkatkan produktifitas dengan akses real-time terhadap informasi, tidak peduli lokasi pekerja, agar lebih cepat & lebih effisien dalam pengambilan keputusan.
  • Setup jaringan lebih cost effective daripada lokasi yang sulit di pasang kabel seperti gedung tua atau bangunan dengan tembok yang masif.
  • Pengurangan cost of ownership – terutama di lingkungan yang dinamis yang membutuhkan modifikasi yang sangat sering – kita harus berterima kasih karena sedikitnya wiring dan biaya instalasi per alat dan per user.
  • WLAN memerdekakan user dari ketergantungan pada akses kabel ke backbone jaringan, memberikan mereka akses jaringan kapan saja, dimana saja. Kebebasan untuk roaming ini memberikan banyak keuntungan dalam berbagai lingkungan pekerjaan, seperti:
    • Akses informasi secara langsung di samping tempat tidur pasien bagi dokter & staff rumah sakit.
    • Kemudahan, akses jaringan secara real-time untuk auditor / konsultan on-site.
    • Kemudahan akses database bagi supervisor yang bergerak, seperti manager di production line, auditor gudang, maupun engineer di konstruksi.
    • Membuat konfigurasi jaringan lebih simpel tanpa perlu keterlibatan orang MIS untuk setup sementara seperti di pameran atau ruang konferensi.
    • Akses yang lebih cepat kepada informasi tentang pelanggan oleh vendor / retailer yang menyebabkan perbaikan layanan pelanggan dan perbaikan customer satisfaction.
    • Akses ke jaringan yang tidak terikat pada lokasi bagi administrator jaringan, untuk kemudahan dukungan on-site pada saat troubleshooting & support.
    • Akses real-time bagi pertemuan-pertemuan kelompok belajar untuk siswa / mahasiswa.

Oleh karena itu kelebihan yang ditawarkan oleh WLAN, terutama protable, kemudahan instalasi and kepraktisan. Faktor yang sangat menarik dari WLAN adalah kemudahan, karena dia memungkinkan fleksibilitas dan roaming. Seorang user tidak harus terikat dalam sebuah LAN, dia dapat bergerak tanpa perlu terputus hubungan komunikasinya. Di samping itu, WLAN juga mudah untuk di instalasi, untuk membangun seluruh jaringan dibutuhkan waktu beberapa jam saja di bandingkan beberapa hari jika kita menggunakan kabel. Juga, WLAN dapat di instalasi di daerah dimana rewriring tidak memungkinkan. Sistem tanpa kabel ini dapat di instalasi di berbagai lingkungan, dan user dapat berkomunikasi dengan jaringan yang menggunakan kabel melalui access point (AP) atau wireless adapter.

Konfigurasi WLAN

WLAN terdiri dari 2 perangkat yaitu:

  • Wireless Station (WS) : dekstop, laptop maupun PDA yang dilengkapi dengan wireless NIC
  • Access Point (AP) : berfungsi sebagai bridge antara jaringan LAN konvensional dan WLAN

Terdapat 2 jenis mode operasi WLAN yaitu:

  • Infrastucture Mode, terdiri dari
    • Basic Service Set (BSS), hanya terdapat satu Access Point
    • Extented Service Set (ESS), dua BSS atau lebih membentuk satu buah subnet
  • Ad-hoc Mode, terdiri dari beberapa wireless station yang berkomunikasi secara langsung (peer-to-peer) tanpa menggunakan AP.

Infrastucture Mode

Ad-hoc Mode

Koneksi dalam BSS

Proses terbentuknya koneksi dari WS ke AP dalam suatu BSS adalah sebagai berikut:

  • AP mengirim sinyal beacon yang berisi SSID (Service Set Identifier). SSID merupakan setting di AP yang digunakan mengelompokkan WS dalam suatu segmen jaringan. Hanya WS yang mengetahui SSID tersebut yang dapat bergabung dalam jaringan tersebut. SSID dapat dianggap sebagai shared password.
  • Ketika WS berada dalam daerah cakupan sebuah atau beberapa AP, maka WS akan memilih salah satu AP berdasarkan kuat sinyal dan error rate yang diterima. Secara periodik WS akan memantau untuk mengetahui sinyal yang paling kuat. Jika ditemukan maka WS akan memilih AP yang baru tersebut.
  • Untuk bergabung dalam jaringan, maka WS harus melakukan koneksi ke AP. WS harus menyebutkan SSID yang sesuai untuk bergabung dengan AP yang telah dipilih tersebut. Beberapa AP yang memiliki SSID yang sama akan membentuk ESS.
  • Beberapa NIC WS bisa diset SSID nya dengan Any atau * (asterik) sehingga dia dapat bergabung dengan AP mana saja yang paling kuat sinyalnya tanpa mempedulikan SSID.

Sinyal WLAN

WLAN menggunakan sinyal radio pada frekuensi 2.4Ghz. Dalam implementasi WLAN, letak AP diatur sedemikian sehingga hanya memiliki cakupan tertentu yaitu wilayah operasi pemakai WLAN yang sah misalnya satu lantai tertentu dalam suatu gedung. Namun sinyal radio ini dapat merambat menembus dinding dan lantai bangunan meskipun sinyal menjadi lemah. Dengan demikian sangat mungkin sinyal tersebut keluar dari daerah cakupan yang semestinya. Luberan sinyal ini dapat merambat keluar sampai beberapa ratus meter dari gedung apalagi jika AP diletakkan tanpa memperhatikan masalah luberan sinyal ini misalnya ditempatkan dekat dengan jendela yang menghadap luar gedung.
Dengan menggunakan antena terarah (directional) dan kalau perlu menggunakan penguat sinyal sinyal radio (RF amplifier) maka sinyal radio yang telah lemah tadi dapat ditangkap kembali pada tempat yang relatif jauh.

Cari Internet Gratis lewat Wifi (Wardriving)

Wordpress Version

Dengan berkembangnya teknologi wireless dalam dunia jaringan, maka banyak digunakan pula wlan / wifi dalam transfer data. Baik itu untuk jaringan biasa maupun internet. Memang wlan / wifi sangatlah simple dibanding dengan memakai kabel yang membutuhkan kontak fisik. Tapi dibalik itu semua, para pengguna wlan / wifi ini banyak yang teledor dalam mensetting Acces Point-nya. Mulai dari setting SSID, WEP, IP-Address, dll. Hal tersebut menyebabkan kita mudah untuk memasukinya.
Bagaimana jika wlan tersebut digunakan untuk internet dan kita "meminjamnya".
Itu legal atau ilegal......
Bagaimana triknya "meminjam" di platform Windows yang dalam kenyataannya software yang mendukung sangatlah sedikit...
Ada yang tertarik membahasnya.....

Trik Wifi di Windows

Di Linux, kita akan menemukan banyak tool yang berhubungan dengan ini. Tapidi windows tidaklah demikian. Hal ini disebabkan berbagai hal antara lain tidak adanya driver untuk Wifi yang dikeluarkan vendor yang support injeksi paket. Driver2 yang dikeluarkan vendor rata2 hanya bersifat monitoring saja.
Tapi dengan tulisan ini kucoba berikan "sedikit alternatif " untuk melakukan wardriving under windows.

Langkah-langkah untuk wardriving di windows adalah sbb :

  • Kita cari dulu AP dengan menggunakan Network Stumbler (netstumbler). (atau download disini)
    Software ini lebih ungul dibanding software wireless client punyaan windows. Software ini akan memberikan informasi tentang Channel, MAC Address, SSID, Speed, Vendor, Type, Encryption, SNR, Signal+, Noise- dari jaringan wireless yang dapat kita tangkap. Tapi untuk enkripsi, netstumbler masih belum bisa membedakan antara WEP, WPA, WPA2 (semua dianggap WEP). Untuk kualitas sinyal selain ditampilkan secara angka, kita juga bisa melihat secara grafik. Dari informasi ini kita dapat mengetahui apakah ada sinyal yang dapat ditangkap tanpa enkripsi..... jika ada silahkan connect, siapa tahu itu akses internet. Jika tidak ada....... Jika sinyal kurang kuat......
  • AP Default PasswordIni adalah suatu kesalahan yang sering aku jumpai. Para admin biasanya
    "malas" untuk merubah username, password, ip default dari AP yang dia gunakan. misalnya di daerahku AP untuk jarak jauh yang paling banyak digunakan adalah merk senao dengan username "admin", password [kosong] , Default IP: 192.168.1.1. ( :-) samsat didaerahku pakai ini :-) ). Inilah yang menyebabkan kita dapat melakukan "oprek" AP secara web browser. Untuk data Access Point Default Password List silahkan ambil disini. Bagaimana tidak ada yang memakai AP Default
    Password .......
  • Penguatan sinyalAda berbagai cara untuk menguatkan sinyal wifi kita. Tapi menurutku yang
    paling simple yaitu menggunakan USB Wifi. Dengan USB Wifi ini kita dapat memperpanjang kabel dengan menggunakan kabel UTP/ LAN kualitas bagus yang dimodifikasi menjadi kabel USB. Selain itu kita tidak membutuhkan sumber daya lagi, karena sudah tersuplly oleh kabel USB ini. ( :-) dalam percobaanku bisa 15 m panjangnya dengan memakai kabel LAN yang bagus kualitasnya :-) ).
    Selajutnya kita naikkan USB Wifi kita sebagai antena. Jika masih kurang kuat ada beberapa cara modif dengan teknik parabolic (wajanbolik), atau penggantian antena USB Wifi itu sendiri, terutama yang ada antena eksternalnya.
  • Injeksi PaketBagian inilah yang kita laksanakan jika tidak ada yang memakai AP Default Password. Ini merupakan hal yang paling sulit, terutama untuk pencarian chipset yang digunakan wifi yang bisa digunakan untuk injeksi paket di pasaran. Dalam hal ini chipset yang paling terkenal yaitu "ATHEROS". Tapi tidak semua chipset atheros mendukung injeksi paket, soalnya kita harus mengganti driver bawaanya dengan driver yang support injeksi paket, tidak hanya monitoring. Wildpackets dan Tamos adalah perusahaan yang membuat driver untuk wifi adapter kita supaya bisa injeksi paket yaitu airopeek dan CommView. ( :-) aku menganjurkan Airopeek dari Wildpackets :-) ). Contoh chipset atheros yang cocok untuk ini yaitu AR5000 Series (misalnya : D-Link AirPro DWL-A650 Wireless Cardbus Adapter, Intel(R) PRO/Wireless 5000 LAN Cardbus Adapter, Intel(R) PRO/Wireless 5000 LAN 3A Mini PCI Adapter, LinkSys Instant Wireless PC Card (WPC54A), NetGear HA501 Wireless Adapter, Proxim Harmony 802.11a Network Adapter (Model 8450), Proxim Skyline 802.11a, Network Adapter (Model 4030), SMC EZ Connect 802.11a Wireless Cardbus Adapter (2735W), Sony 802.11a Wireless LAN Adapter (PCWA-C500)) ( :-) ....sssst aku dengar2 Asus EEPC pakai..... apa iya? :-) )
  • Software Injeksi PaketDiteruskan apa tidak "catatanku" tentang Wifi ini ya ......
    Beri komentar dulu, ya.......
    Agar gak mubazir .... :-)
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More